Sabtu, 06 November 2010


Dapur Tristar Culinary Institute

Cokelat. Hmm...mendengar nama makanan yang satu ini, pasti terbayang di benak Anda seketika tentang rasa legit dan manis. Cokelat memang makanan segala usia. Tidak hanya anak-anak, orangtua pun sama tergiurnya. Cokelat umumnya diberikan sebagai hadiah atau bingkisan, dengan bentuk, corak, dan rasa yang menarik. Bahkan sering pula digunakan sebagai bentuk pernyataan cinta.

Pada dasarnya, cokelat memiliki karakter ’supel’, alias bisa cocok dengan banyak bahan makanan lainnya. Tak heran, si hitam manis ini kerap digunakan sebagai pelapis (cover), penghias, atau campuran makanan.

Kali ini, Kamis (04/11), Tristar Culinary Institute mengajak para siswanya mengenal lebih dekat varian cokelat praline. Cokelat ini sering kita jumpai di toko-toko permen atau kue manis, dengan bentuk dan warna yang beragam. Oleh karena itu oleh beberapa orang, cokelat praline sering juga disebut sebagai cokelat candy (permen).


Para siswa didampingi Chef Otje 
mempersiapkan isian cokelat praline

Sebanyak 16 siswa dibagi dalam 4 kelompok, setelah sebelumnya diberi pembekalan teori selama 1 jam. Masing-masing kelompok diberi tugas mempraktekkan secara langsung proses pembuatan cokelat praline beraneka isi, diantaranya Gaby Praline, Valencia Praline, Whisky Praline, dan Gavroche Praline.


Keceriaan siswa sembari
menuang cokelat cair dalam cetakan

Bersama rekan-rekan satu tim, para siswa belajar bagaimana tahap-tahap membuat cokelat praline, mulai dari proses pelelehan cokelat, mencetak kulit, menyiapkan isi, mengisi cokelat, menutup, dan menyajikan.


Bersiap mengisi kulit cokelat praline

Untuk membuat cokelat praline yang lezat, Chef Otje Herman, selaku pengajar Tristar Culinary Institute, punya beberapa tips. Pertama adalah menggunakan jenis cokelat compound. Masalah merk yang digunakan, dapat menyesuaikan selera atau kebiasaan. “Karakter cokelat itu unik, dan setiap pabrik sudah menyertakan bagaimana cara mengolahnya. Hal ini perlu dipahami untuk mendapatkan hasil maksimal,” ujarnya.

Tips kedua adalah dengan senantiasa menjaga kebersihan media pencetakan, agar tampilan cokelat tetap baik. Peralatan mencetak harus bersih dan kering, jauh dari air atau minyak. Chef Otje juga menyarankan penggunaan cetakan berbahan metal atau akrelin untuk mendapatkan cokelat yang bercahaya.



Gaby Praline

Gavroche Praline



Sedangkan tips yang ketiga, menyangkut cara pengolahan cokelat. Cokelat praline sesungguhnya tidak menggunakan bahan campuran apa pun. Tidak diperlukan campuran susu, mentega, maupun gula pada proses pelelehan dan pencetakan cokelat praline.

Whisky Praline (kiri) dan Valencia Praline (kanan)

”Cokelat tidak boleh dicampur apa pun, karena bisa mengubah tekstur dan tingkat kekerasan,” kata Chef Otje. Sebagai gantinya, untuk memperoleh rasa yang beragam, dapat ditambahkan isi pada cokelat praline. Dalam proses mengisi pun, kondisi kulit cokelat praline harus sudah benar-benar keras, dan untuk bahan isian cair seperti alkohol, terlebih dahulu wajib dibekukan sebelum diisikan.fil


Sekolah Tataboga - Pendidikan Patiseri - Akademi Perhotelan - Kuliah Kuliner - Cooking School - Culinary Academy - Chef Education - Hotel Academy
16.06 Tristar Culinary Institute

Dapur Tristar Culinary Institute

Cokelat. Hmm...mendengar nama makanan yang satu ini, pasti terbayang di benak Anda seketika tentang rasa legit dan manis. Cokelat memang makanan segala usia. Tidak hanya anak-anak, orangtua pun sama tergiurnya. Cokelat umumnya diberikan sebagai hadiah atau bingkisan, dengan bentuk, corak, dan rasa yang menarik. Bahkan sering pula digunakan sebagai bentuk pernyataan cinta.

Pada dasarnya, cokelat memiliki karakter ’supel’, alias bisa cocok dengan banyak bahan makanan lainnya. Tak heran, si hitam manis ini kerap digunakan sebagai pelapis (cover), penghias, atau campuran makanan.

Kali ini, Kamis (04/11), Tristar Culinary Institute mengajak para siswanya mengenal lebih dekat varian cokelat praline. Cokelat ini sering kita jumpai di toko-toko permen atau kue manis, dengan bentuk dan warna yang beragam. Oleh karena itu oleh beberapa orang, cokelat praline sering juga disebut sebagai cokelat candy (permen).


Para siswa didampingi Chef Otje 
mempersiapkan isian cokelat praline

Sebanyak 16 siswa dibagi dalam 4 kelompok, setelah sebelumnya diberi pembekalan teori selama 1 jam. Masing-masing kelompok diberi tugas mempraktekkan secara langsung proses pembuatan cokelat praline beraneka isi, diantaranya Gaby Praline, Valencia Praline, Whisky Praline, dan Gavroche Praline.


Keceriaan siswa sembari
menuang cokelat cair dalam cetakan

Bersama rekan-rekan satu tim, para siswa belajar bagaimana tahap-tahap membuat cokelat praline, mulai dari proses pelelehan cokelat, mencetak kulit, menyiapkan isi, mengisi cokelat, menutup, dan menyajikan.


Bersiap mengisi kulit cokelat praline

Untuk membuat cokelat praline yang lezat, Chef Otje Herman, selaku pengajar Tristar Culinary Institute, punya beberapa tips. Pertama adalah menggunakan jenis cokelat compound. Masalah merk yang digunakan, dapat menyesuaikan selera atau kebiasaan. “Karakter cokelat itu unik, dan setiap pabrik sudah menyertakan bagaimana cara mengolahnya. Hal ini perlu dipahami untuk mendapatkan hasil maksimal,” ujarnya.

Tips kedua adalah dengan senantiasa menjaga kebersihan media pencetakan, agar tampilan cokelat tetap baik. Peralatan mencetak harus bersih dan kering, jauh dari air atau minyak. Chef Otje juga menyarankan penggunaan cetakan berbahan metal atau akrelin untuk mendapatkan cokelat yang bercahaya.



Gaby Praline

Gavroche Praline



Sedangkan tips yang ketiga, menyangkut cara pengolahan cokelat. Cokelat praline sesungguhnya tidak menggunakan bahan campuran apa pun. Tidak diperlukan campuran susu, mentega, maupun gula pada proses pelelehan dan pencetakan cokelat praline.

Whisky Praline (kiri) dan Valencia Praline (kanan)

”Cokelat tidak boleh dicampur apa pun, karena bisa mengubah tekstur dan tingkat kekerasan,” kata Chef Otje. Sebagai gantinya, untuk memperoleh rasa yang beragam, dapat ditambahkan isi pada cokelat praline. Dalam proses mengisi pun, kondisi kulit cokelat praline harus sudah benar-benar keras, dan untuk bahan isian cair seperti alkohol, terlebih dahulu wajib dibekukan sebelum diisikan.fil


Sekolah Tataboga - Pendidikan Patiseri - Akademi Perhotelan - Kuliah Kuliner - Cooking School - Culinary Academy - Chef Education - Hotel Academy

Jumat, 05 November 2010

MANFAAT PERKULIAHAN COST CONTROL BAGI MAHASISWA TRISTAR CULINARY INSTITUTE

          Perkuliahan dengan sistem praktik setiap hari memang sudah menjadi ciri khas dari perkuliahan di Tristar Culinary Institute yang beralamatkan di Jl. Raya Jemursari no.234 Surabaya. Namun bukan berarti materi berupa teori tidak diberikan kepada para mahasiswa. Sistem praktik setiap hari memang ditujukan agar para mahasiswa terampil dalam mengolah makanan tapi teori pun sangat penting untuk diberikan. Hal ini dimaksudkan agar para mahasiswa lulusan Tristar Culinary Institute selain terampil juga mempunyai pengetahuan lebih dalam bidang kuliner. Tentu hal ini akan menjadi suatu nilai plus bagi mahasiswa Tristar Culinary Institute.Salah satu perkuliahan teori yang perlu untuk diikuti para mahasiswa adalah mata kuliah Cost Control atau Pengendalian Harga. Perkuliahan kali ini diajarkan oleh Hedy Wahidin, SH.MBA.MsiPar mulai pukul 08.00 WIB. 



          Sedikitnya 20 orang mahasiswa dari jurusan culinary dan pastry mengikuti jalannya perkuliahan ini. Perkuliahan Cost Control yang dilaksanakan pada hari Selasa (07/09) kali ini diberikan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana menghitung dan mengendalikan segala biaya untuk sebuah produk makanan agar diketahui dan untuk mendapat value.Dengan tujuan tersebut, tentu perkuliahan ini sangat penting diikuti oleh para mahasiswa. Selain itu pengetahuan seputar pengendalian harga akan sangat bermanfaat bagi para mahasiswa saat mereka nantinya mempunyai usaha sendiri. Karena setiap usaha tentu tak bisa lepas dengan pengendalian harga. Materi perkuliahan cost control ini membahas seputar pengendalian harga apapun yang disebabkan oleh apapun. Dalam perkuliahan cost control ini para mahasiswa juga diberikan contoh cara menghitung sebuah harga jual produk.

       
          Penetapan sebuah harga jual tentu akan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kenaikan harga beli bahan di pasaran, kenaikan bahan baku dan lainnya. “Agar sebuah produk bisa tetap bertahan di pasaran sebaiknya jangan pernah menurunkan kualitas produk yang diproduksi”ujar Hedy menerangkan.Materi perkuliahan disampaikan dengan sangat jelas dan menarik oleh Hedy, sehingga para mahasiswa tak bosan mengikuti jalannya perkuliahan ini. Mahasiswa mangaku senang mengikuti perkuliahan cost control ini mengingat manfaat pengetahuan ini bagi mereka kelak./nv
17.06 Tristar Culinary Institute
MANFAAT PERKULIAHAN COST CONTROL BAGI MAHASISWA TRISTAR CULINARY INSTITUTE

          Perkuliahan dengan sistem praktik setiap hari memang sudah menjadi ciri khas dari perkuliahan di Tristar Culinary Institute yang beralamatkan di Jl. Raya Jemursari no.234 Surabaya. Namun bukan berarti materi berupa teori tidak diberikan kepada para mahasiswa. Sistem praktik setiap hari memang ditujukan agar para mahasiswa terampil dalam mengolah makanan tapi teori pun sangat penting untuk diberikan. Hal ini dimaksudkan agar para mahasiswa lulusan Tristar Culinary Institute selain terampil juga mempunyai pengetahuan lebih dalam bidang kuliner. Tentu hal ini akan menjadi suatu nilai plus bagi mahasiswa Tristar Culinary Institute.Salah satu perkuliahan teori yang perlu untuk diikuti para mahasiswa adalah mata kuliah Cost Control atau Pengendalian Harga. Perkuliahan kali ini diajarkan oleh Hedy Wahidin, SH.MBA.MsiPar mulai pukul 08.00 WIB. 



          Sedikitnya 20 orang mahasiswa dari jurusan culinary dan pastry mengikuti jalannya perkuliahan ini. Perkuliahan Cost Control yang dilaksanakan pada hari Selasa (07/09) kali ini diberikan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana menghitung dan mengendalikan segala biaya untuk sebuah produk makanan agar diketahui dan untuk mendapat value.Dengan tujuan tersebut, tentu perkuliahan ini sangat penting diikuti oleh para mahasiswa. Selain itu pengetahuan seputar pengendalian harga akan sangat bermanfaat bagi para mahasiswa saat mereka nantinya mempunyai usaha sendiri. Karena setiap usaha tentu tak bisa lepas dengan pengendalian harga. Materi perkuliahan cost control ini membahas seputar pengendalian harga apapun yang disebabkan oleh apapun. Dalam perkuliahan cost control ini para mahasiswa juga diberikan contoh cara menghitung sebuah harga jual produk.

       
          Penetapan sebuah harga jual tentu akan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kenaikan harga beli bahan di pasaran, kenaikan bahan baku dan lainnya. “Agar sebuah produk bisa tetap bertahan di pasaran sebaiknya jangan pernah menurunkan kualitas produk yang diproduksi”ujar Hedy menerangkan.Materi perkuliahan disampaikan dengan sangat jelas dan menarik oleh Hedy, sehingga para mahasiswa tak bosan mengikuti jalannya perkuliahan ini. Mahasiswa mangaku senang mengikuti perkuliahan cost control ini mengingat manfaat pengetahuan ini bagi mereka kelak./nv
Dapur Tristar Culinary Institute

Di Tristar Culinary Institute, masakan Amerika (American Food) merupakan salah satu varian kuliner dunia, yang wajib dikuasai para siswa. Selain masakan Amerika, masih ada empat varian kuliner dunia yang juga mesti dipelajari, seperti masakan Indonesia, masakan Asia, masakan Eropa, dan masakan Cina. Kamis (04/11), para siswa diajak belajar bagaimana menyajikan menu kuliner yang ramah di lidah penduduk negeri Paman Sam itu.

Serunya membuat bola-bola William Potatoe

Sebanyak 25 siswa, dalam praktiknya dipecah menjadi 5 kelompok. Setelah sebelumnya mendapat pembekalan materi, masing-masing kelompok mencoba satu resep masakan Amerika, mencakup appetizer (pembuka), sup, dan makanan utama. Namun tidak menutup kemungkinan, para calon jago masak ini juga bisa belajar dari resep yang dikerjakan kelompok lain. Kali ini resep yang coba dipraktikkan adalah Baked Mustard Chicken, William Potatoe, Burrito, Chile Rellenos, dan Spinach n Shrimp Soup.

Mengolah masakan Amerika dengan cara tradisional

Mempersiapkan Baked Mustard Chicken

Memasak American Food, memang jauh berbeda dari memasak Asian Food, atau Indonesian Food, namun tidak jauh berbeda dari cita rasa masakan Eropa. Perbedaan mencolok ada pada bumbu yang digunakan. Menurut Chef Yanuar Kadaryanto, selaku pengajar di kelas kuliner kali ini, American Food lebih anti terhadap penggunaan bumbu-bumbu rempah, yang seringkali jadi ciri khas masakan Indonesia.

“Bahkan kalau boleh saya bilang, American Food cenderung hambar. Mereka tidak terlalu suka rasa asin atau manis,” terangnya. Alhasil, penduduk negara liberal ini lebih suka memodifikasi masakannya dengan sejumlah tumbuhan rempah lokal, seperti bayleaf, parsley, dan oregano.

Spinach n Shrimp Soup


Chile Rellenos

Meski tidak ‘nendang’ dari segi bumbu, masakan Amerika ternyata nomor satu dalam hal penggunaan bahan baku masakan. Orang Amerika tidak sembarangan memproses dan mengonsumsi daging. Daging untuk dimakan haruslah berasal dari hewan yang sudah dinyatakan layak untuk dipotong, ditandai dengan pemberian stempel pada tubuhnya.

Selain itu, sejak masa pemeliharaan, hewan ternak tidak dibiarkan terlalu banyak bergerak, supaya tubuhnya tidak berotot dan dagingnya mengeras. Hal ini karena penduduk Amerika, mayoritas menyukai taste lembut dan empuk dari daging yang dimakan.

Burrito


American Food : Tak Perlu Kaya Bumbu, Bahan Baku Nomor Satu

Chef Yanuar menjelaskan, daging yang baru disembelih tidak boleh langsung diolah sebagai bahan konsumsi. Setelah isi perutnya dibersihkan, daging harus digantung selama 3-4 hari di ruangan dengan suhu terkontrol.

“Ini dilakukan agar daging melewati masa rigor mortis (kaku mayat). Setelah melewati masa itu, daging akan kembali empuk,” imbuh Chef Yanuar berbagi tips.fil    
08.12 Tristar Culinary Institute
Dapur Tristar Culinary Institute

Di Tristar Culinary Institute, masakan Amerika (American Food) merupakan salah satu varian kuliner dunia, yang wajib dikuasai para siswa. Selain masakan Amerika, masih ada empat varian kuliner dunia yang juga mesti dipelajari, seperti masakan Indonesia, masakan Asia, masakan Eropa, dan masakan Cina. Kamis (04/11), para siswa diajak belajar bagaimana menyajikan menu kuliner yang ramah di lidah penduduk negeri Paman Sam itu.

Serunya membuat bola-bola William Potatoe

Sebanyak 25 siswa, dalam praktiknya dipecah menjadi 5 kelompok. Setelah sebelumnya mendapat pembekalan materi, masing-masing kelompok mencoba satu resep masakan Amerika, mencakup appetizer (pembuka), sup, dan makanan utama. Namun tidak menutup kemungkinan, para calon jago masak ini juga bisa belajar dari resep yang dikerjakan kelompok lain. Kali ini resep yang coba dipraktikkan adalah Baked Mustard Chicken, William Potatoe, Burrito, Chile Rellenos, dan Spinach n Shrimp Soup.

Mengolah masakan Amerika dengan cara tradisional

Mempersiapkan Baked Mustard Chicken

Memasak American Food, memang jauh berbeda dari memasak Asian Food, atau Indonesian Food, namun tidak jauh berbeda dari cita rasa masakan Eropa. Perbedaan mencolok ada pada bumbu yang digunakan. Menurut Chef Yanuar Kadaryanto, selaku pengajar di kelas kuliner kali ini, American Food lebih anti terhadap penggunaan bumbu-bumbu rempah, yang seringkali jadi ciri khas masakan Indonesia.

“Bahkan kalau boleh saya bilang, American Food cenderung hambar. Mereka tidak terlalu suka rasa asin atau manis,” terangnya. Alhasil, penduduk negara liberal ini lebih suka memodifikasi masakannya dengan sejumlah tumbuhan rempah lokal, seperti bayleaf, parsley, dan oregano.

Spinach n Shrimp Soup


Chile Rellenos

Meski tidak ‘nendang’ dari segi bumbu, masakan Amerika ternyata nomor satu dalam hal penggunaan bahan baku masakan. Orang Amerika tidak sembarangan memproses dan mengonsumsi daging. Daging untuk dimakan haruslah berasal dari hewan yang sudah dinyatakan layak untuk dipotong, ditandai dengan pemberian stempel pada tubuhnya.

Selain itu, sejak masa pemeliharaan, hewan ternak tidak dibiarkan terlalu banyak bergerak, supaya tubuhnya tidak berotot dan dagingnya mengeras. Hal ini karena penduduk Amerika, mayoritas menyukai taste lembut dan empuk dari daging yang dimakan.

Burrito


American Food : Tak Perlu Kaya Bumbu, Bahan Baku Nomor Satu

Chef Yanuar menjelaskan, daging yang baru disembelih tidak boleh langsung diolah sebagai bahan konsumsi. Setelah isi perutnya dibersihkan, daging harus digantung selama 3-4 hari di ruangan dengan suhu terkontrol.

“Ini dilakukan agar daging melewati masa rigor mortis (kaku mayat). Setelah melewati masa itu, daging akan kembali empuk,” imbuh Chef Yanuar berbagi tips.fil    

Selasa, 02 November 2010

Pelajaran Bartender di Sekolah Masak - Tristar Culinary Institute

ASYIKNYA PERKULIAHAN BAR AND BEVERAGE DI TRISTAR CULINARY INSTITUTE
          Perkuliahan yang berjalan di Tristar Culinary Institute yang beralamatkan di Jl. Raya Jemursari no.234 Surabaya kali ini tampak berbeda dengan perkuliahan biasanya. Hal ini dikarenakan para mahasiswa jurusan culinary dan jurusan pastry digabung menjadi satu untuk mengikuti jalannya perkuliahan. Adapun mata kuliah dalam perkuliahan kali ini adalah Bar and Beverage.
                     

Materi ini diberikan dalam perkuliahan dengan bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa dalam develop usaha restoran mereka sendiri kelak. Selain itu agar nantinya bisa meningkatkan rasa tanggung jawab yang beragam seperti menciptakan atau memodifikasi sebuah konsep untuk restoran, menyusun menu, meng-organize staff serta membuat rencana pasar.
          Adapun mahasiswa yang mengikuti perkuliahan kali ini berjumlah 20 orang. Perkuliahan Bar and Beverage yang akan diberikan selama beberapa hari ini dimulai pada hari Selasa (07/09) pukul 09.00 WIB. Tak hanya praktik saja, mahasiswa terlebih dahulu diberikan teori seputar Introduction to the Bar and Beverage Operation dan The Quality of Bartender sebelum praktik dimulai. Para mahasiswa dengan antusias mengikuti perkuliahan yang diadakan di sebuah ruangan kelas di lantai 3 gedung Tristar Culinary Institute. Dalam pemberian teori ini, para mahasiswa diajarkan tentang sejarah bar, definisi bar, kualiatas seorang bartender dan lain sebagainya. Teori seputar bar and beverage ini diberikan oleh Yanuar Kadaryanto selaku dosen pengajar selama kurang lebih 1 jam. 
          Setelah itu para mahasiswa langsung menuju ke dapur untuk mulai praktik. Namun sebelum praktik dimulai terlebih dahulu Yanuar menunjuk 2 orang untuk mengkoordinasi kelompok untuk praktik. Mahasiswa yang terpilih untuk menjadi koordinator dalam perkuliahan kali ini disebut Bar Manager dan Bar Captain. Mahasiswa yang berjumlah 20 orang dari 2 jurusan ini kemudian dibagi menjadi 4 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari mahasiswa jurusan culinary dan pastry. Hal ini dimaksudkan agar para mahasiswa kedua jurusan saling mengenal satu dengan yang lainnya. Tak lama berselang, para mahasiswa mulai praktik membuat aneka minuman dengan menggunakan ukuran yang tepat. Hal ini dimaksudkan agar nantinya produk minuman yang dihasilkan mempunyai standart recipes. Sehingga siapapun yang membuat hasilnya akan sama standarnya. Secara bergantian masing-masing kelompok mempraktikkan 1 jenis minuman. 
          Produk minuman yang dipraktikkan kali ini merupakan minuman non alkohol yang terdiri dari Melon Juice, Watermelon Juice, Tomato Juice dan Orange Juice. 
                 
                               
                     
          Tak hanya sekedar meracik minuman, para mahasiswa juga diberikan pengetahuan seputar gelas saji yang sesuai digunakan untuk minuman berupa juice. Setelah minuman selesai dibuat, masing-masing kelompok segera menuangkannya ke dalam gelas saji dan menghias dengan beberapa garnish simple. Dan hasilnya, minuman tampak cantik dan segar untuk dinikmati. Para mahasiswa mengaku cukup mendapatkan pengetahuan baru dalam perkuliahan kali ini dan berharap esok hari juga akan mendapat pengetahuan yang lebih banyak seputar teknik meracik minuman./nv
05.25 Tristar Culinary Institute

Pelajaran Bartender di Sekolah Masak - Tristar Culinary Institute

ASYIKNYA PERKULIAHAN BAR AND BEVERAGE DI TRISTAR CULINARY INSTITUTE
          Perkuliahan yang berjalan di Tristar Culinary Institute yang beralamatkan di Jl. Raya Jemursari no.234 Surabaya kali ini tampak berbeda dengan perkuliahan biasanya. Hal ini dikarenakan para mahasiswa jurusan culinary dan jurusan pastry digabung menjadi satu untuk mengikuti jalannya perkuliahan. Adapun mata kuliah dalam perkuliahan kali ini adalah Bar and Beverage.
                     

Materi ini diberikan dalam perkuliahan dengan bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa dalam develop usaha restoran mereka sendiri kelak. Selain itu agar nantinya bisa meningkatkan rasa tanggung jawab yang beragam seperti menciptakan atau memodifikasi sebuah konsep untuk restoran, menyusun menu, meng-organize staff serta membuat rencana pasar.
          Adapun mahasiswa yang mengikuti perkuliahan kali ini berjumlah 20 orang. Perkuliahan Bar and Beverage yang akan diberikan selama beberapa hari ini dimulai pada hari Selasa (07/09) pukul 09.00 WIB. Tak hanya praktik saja, mahasiswa terlebih dahulu diberikan teori seputar Introduction to the Bar and Beverage Operation dan The Quality of Bartender sebelum praktik dimulai. Para mahasiswa dengan antusias mengikuti perkuliahan yang diadakan di sebuah ruangan kelas di lantai 3 gedung Tristar Culinary Institute. Dalam pemberian teori ini, para mahasiswa diajarkan tentang sejarah bar, definisi bar, kualiatas seorang bartender dan lain sebagainya. Teori seputar bar and beverage ini diberikan oleh Yanuar Kadaryanto selaku dosen pengajar selama kurang lebih 1 jam. 
          Setelah itu para mahasiswa langsung menuju ke dapur untuk mulai praktik. Namun sebelum praktik dimulai terlebih dahulu Yanuar menunjuk 2 orang untuk mengkoordinasi kelompok untuk praktik. Mahasiswa yang terpilih untuk menjadi koordinator dalam perkuliahan kali ini disebut Bar Manager dan Bar Captain. Mahasiswa yang berjumlah 20 orang dari 2 jurusan ini kemudian dibagi menjadi 4 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari mahasiswa jurusan culinary dan pastry. Hal ini dimaksudkan agar para mahasiswa kedua jurusan saling mengenal satu dengan yang lainnya. Tak lama berselang, para mahasiswa mulai praktik membuat aneka minuman dengan menggunakan ukuran yang tepat. Hal ini dimaksudkan agar nantinya produk minuman yang dihasilkan mempunyai standart recipes. Sehingga siapapun yang membuat hasilnya akan sama standarnya. Secara bergantian masing-masing kelompok mempraktikkan 1 jenis minuman. 
          Produk minuman yang dipraktikkan kali ini merupakan minuman non alkohol yang terdiri dari Melon Juice, Watermelon Juice, Tomato Juice dan Orange Juice. 
                 
                               
                     
          Tak hanya sekedar meracik minuman, para mahasiswa juga diberikan pengetahuan seputar gelas saji yang sesuai digunakan untuk minuman berupa juice. Setelah minuman selesai dibuat, masing-masing kelompok segera menuangkannya ke dalam gelas saji dan menghias dengan beberapa garnish simple. Dan hasilnya, minuman tampak cantik dan segar untuk dinikmati. Para mahasiswa mengaku cukup mendapatkan pengetahuan baru dalam perkuliahan kali ini dan berharap esok hari juga akan mendapat pengetahuan yang lebih banyak seputar teknik meracik minuman./nv

Jumat, 26 Maret 2010

Kursus Minuman Ala Cafe


Kursus Aneka Minuman Kopi : Diajarkan cara meracik & cara penyajian, serta diajarkan secara manual dan menggunakan mesin Coffee Otomatis :
COFFEE: Espresso, Capucino, Coffee Latte.
SPECIAL COFFEE : Avocado Float, Coffee Float, Coffee Freezer, Coffee Mocha, Coffee Milk Shake, Caramel Ice Blended, Frapucino, Coffee Mint Cream.

Pendaftaran & Tempat Kursus:
Naomi Cafe & Resto.
Jln. Raya Tenggilis no. 68.
Surabaya.






Minuman Coffee ala Cafe dikursuskan di Tristar Culinary Institute Royal Plaza Surabaya, dengan berbagai macam menu kopi yang diajarkan secara manual ataupun menggunakan mesin Coffee, dengan hasil kopi yang mempunyai cita rasa yang sempurna.
Peserta yang telah selesai mengikuti kursus tersebut langsung bisa buka usaha dengan aneka minuman coffee yang special, seperti di Cafe atau Resto.

12.59 Tristar Culinary Institute

Kursus Minuman Ala Cafe


Kursus Aneka Minuman Kopi : Diajarkan cara meracik & cara penyajian, serta diajarkan secara manual dan menggunakan mesin Coffee Otomatis :
COFFEE: Espresso, Capucino, Coffee Latte.
SPECIAL COFFEE : Avocado Float, Coffee Float, Coffee Freezer, Coffee Mocha, Coffee Milk Shake, Caramel Ice Blended, Frapucino, Coffee Mint Cream.

Pendaftaran & Tempat Kursus:
Naomi Cafe & Resto.
Jln. Raya Tenggilis no. 68.
Surabaya.






Minuman Coffee ala Cafe dikursuskan di Tristar Culinary Institute Royal Plaza Surabaya, dengan berbagai macam menu kopi yang diajarkan secara manual ataupun menggunakan mesin Coffee, dengan hasil kopi yang mempunyai cita rasa yang sempurna.
Peserta yang telah selesai mengikuti kursus tersebut langsung bisa buka usaha dengan aneka minuman coffee yang special, seperti di Cafe atau Resto.

Pelatihan Usaha Steak Kaki Lima - Kursus Kampung Steak. Diajarkan menu steak yang harganya ekonomis & sangat ocok utuk usaha kaki lima. Teknik mensiasati agar harga murah tetapi rasa tetap enak.
tenderloin

Berikut beberapa trik yang bisa dilakukan kafe warung steak yang digemari konsumen ;

1. MEMILIH BAHAN YANG BERHARGA EKONOMI

Bahan baku steak dan daging bakar tidak harus yang mahal.Salah satu bahan yang lebih murah adalah daging sapi lokal bagian punggung (rump) dan paha depan (blade).Bagian daging tersebut bisa ditambah pengempuk daging (meat tenderizer) yang banyak dijual ditoko swalayan atau toko bahan kue,agar keempukannya mendekati primary cut(Tendeloin dan sirloin ).Bahan lain yang bisa digunakan adalah daging ayam,fillet ikan,dan daging giling.Daging ayam mudah didapat dipasaran lokal.Fillet ikan bisa dipilih dari ikan tenggiri,tuna,atau nila yang berasal dari dalam negeri sendiri.

2. MENGURANGI PORSI

Beberapa jenis steak yang menggunakan bahan baku mahal dari daging sapi primary cut.dapat dikurangi porsi beratnya agar lebih murah.Artinya,pembeli masih bisa menikmati daging sapi primary cut dengan harga terjangkau.

3.MENAMBAH LAPISAN TAMBAHAN

Potongan atau daging giling bisa dilapisi dengan tepung renyah agar porsi hidangan tetap menarik dan lebih terjangkau.Menu steak pun jadi lebih bervariasi.

4.MEREKAYASA BUMBU

Salah satu penetu steak dan daging bakar enak adalah bumbu perendam dan saus steak.Agar lebih familiar,ada baiknya bumbu steak dan saus steak disesuaikan dengan cita rasa lokal. Menambah rasa pedas atau rasa lebih gurih akan lebih disukai konsumen.

5. MENYIASATI MAKANAN PENDAMPING

Makanan pendamping juga perlu disesuaikan dengan karakter konsumen.Tambahkan nasi,kentang, sayuran lokal,dan pasta bisa menjadi pilihan yang menyenangkan.Sajikan selalu saus tomat dan saus sambal di meja makan karena kedua bahan tersebut selalu dicari penikmat steak.

6. MENYEDIAKAN MINUMAN POPULAR

Tidak perlu takut menyediakan minuman popular yang digemari konsumen.Jika dihotel bintang lima menu steak selalu ditemani wine yang mahal,tak ada salahnya kita menyediakan minuman yang lebih familiar dan lebih terjangkau.Misalnya,es teh,es jeruk,soft drink,aneka jus buah,atau minuman hangat lainnya.

Anda ingin membuka Cafe?


Ikuti Kursus Cara Membuat Cafe


Kursus Minuman Cafe di Tristar Royal

Kursus Tristar Royal

Cabang Royal Plaza Surabaya

Lantai 3 Blok N1-17.

Telp/Fax 031-8271625

Ibu Amey Flexi: 031-83109709

Esia: 031-91938824



Tarif Kursus Privat di Tristar Cabang Royal Plaza.


Kids Cooking Class bersama Tristar Culinary Institute & TV Anak Spacetoon


Aneka Mesin & Peralatan Home Industry


Hot Cafe - Tristar Royal Plaza

Daftar Menu


Poduct List Tristar Machinery


08.29 Tristar Culinary Institute
Pelatihan Usaha Steak Kaki Lima - Kursus Kampung Steak. Diajarkan menu steak yang harganya ekonomis & sangat ocok utuk usaha kaki lima. Teknik mensiasati agar harga murah tetapi rasa tetap enak.
tenderloin

Berikut beberapa trik yang bisa dilakukan kafe warung steak yang digemari konsumen ;

1. MEMILIH BAHAN YANG BERHARGA EKONOMI

Bahan baku steak dan daging bakar tidak harus yang mahal.Salah satu bahan yang lebih murah adalah daging sapi lokal bagian punggung (rump) dan paha depan (blade).Bagian daging tersebut bisa ditambah pengempuk daging (meat tenderizer) yang banyak dijual ditoko swalayan atau toko bahan kue,agar keempukannya mendekati primary cut(Tendeloin dan sirloin ).Bahan lain yang bisa digunakan adalah daging ayam,fillet ikan,dan daging giling.Daging ayam mudah didapat dipasaran lokal.Fillet ikan bisa dipilih dari ikan tenggiri,tuna,atau nila yang berasal dari dalam negeri sendiri.

2. MENGURANGI PORSI

Beberapa jenis steak yang menggunakan bahan baku mahal dari daging sapi primary cut.dapat dikurangi porsi beratnya agar lebih murah.Artinya,pembeli masih bisa menikmati daging sapi primary cut dengan harga terjangkau.

3.MENAMBAH LAPISAN TAMBAHAN

Potongan atau daging giling bisa dilapisi dengan tepung renyah agar porsi hidangan tetap menarik dan lebih terjangkau.Menu steak pun jadi lebih bervariasi.

4.MEREKAYASA BUMBU

Salah satu penetu steak dan daging bakar enak adalah bumbu perendam dan saus steak.Agar lebih familiar,ada baiknya bumbu steak dan saus steak disesuaikan dengan cita rasa lokal. Menambah rasa pedas atau rasa lebih gurih akan lebih disukai konsumen.

5. MENYIASATI MAKANAN PENDAMPING

Makanan pendamping juga perlu disesuaikan dengan karakter konsumen.Tambahkan nasi,kentang, sayuran lokal,dan pasta bisa menjadi pilihan yang menyenangkan.Sajikan selalu saus tomat dan saus sambal di meja makan karena kedua bahan tersebut selalu dicari penikmat steak.

6. MENYEDIAKAN MINUMAN POPULAR

Tidak perlu takut menyediakan minuman popular yang digemari konsumen.Jika dihotel bintang lima menu steak selalu ditemani wine yang mahal,tak ada salahnya kita menyediakan minuman yang lebih familiar dan lebih terjangkau.Misalnya,es teh,es jeruk,soft drink,aneka jus buah,atau minuman hangat lainnya.

Anda ingin membuka Cafe?


Ikuti Kursus Cara Membuat Cafe


Kursus Minuman Cafe di Tristar Royal

Kursus Tristar Royal

Cabang Royal Plaza Surabaya

Lantai 3 Blok N1-17.

Telp/Fax 031-8271625

Ibu Amey Flexi: 031-83109709

Esia: 031-91938824



Tarif Kursus Privat di Tristar Cabang Royal Plaza.


Kids Cooking Class bersama Tristar Culinary Institute & TV Anak Spacetoon


Aneka Mesin & Peralatan Home Industry


Hot Cafe - Tristar Royal Plaza

Daftar Menu


Poduct List Tristar Machinery


08.28 Tristar Culinary Institute