Jumat, 26 Maret 2010

Posted by Tristar Culinary Institute on 08.26 1 comment

Usaha Kafe dan resto makin marak dan banyak berkembang terutama di kota besar.Dari sisi menu dan fungsinya antara keduanya seringkali terdapat perbedaan.Kafe lebih berkonotasi pada “kenyamanan”sehingga lebih banyak digunakan sebagai tempat diskusi,ngobrol atau bahkan meeting.Dengan begitu kafe selalu identik dengan suasana yang nyaman.

UNTUK mendesign kafe yang menarik maka jenis hidangan dan tempat (penataan) harus diperhatikan.Sementara resto lebih fokus pada penjualan makanan,tempat menjadi pendukung,Hal kadang tidak berlaku baku,beberapa terjadi penyimpangan dan berkembang sesuai dengan jaman.

Sekilas mengingat kata kafe,maka dalam bayangan terlintas suasana yang nyaman dan tenang dengan hidangan yang praktis dan lezat yang dapat membuat orang untuk betah berlama-lama disitu .Tak bisa dipungkiri bahwa kelahiran kafe berasal dari luar negeri sehingga kebayakan jenis hidanganpun banyak meniru dari sana.Meski sebenarnya secara tradisional Outlet penyediaan makanan ini sudah berkembang lama di indonesia yakni munculnya warung kopi dengan snack pelengkap.Otomatis dalam benak ,bahwa mebuka usaha kafe memerlukan investasi dan biaya yang luar biasa mulai pembangunan gedung ,penyediaan fasilitas (internet ,wifi),kusi yang nyaman hingga aneka asesoris pendukung yang bisa jadi mencapai ratusan juta rupiah bahkan milyaran.

Sebenarnya fenomena munculnya kafe bisa jadi merupakan salah bentuk dari gaya hidup perkotaan yang suka menghabiskan waktu untuk berkumpul dengan teman atau relasi sambil menikmati aneka hidangan.Beberapa jenis kafe yang terkenal misalnya kafe yang menghadirkan aneka masakan berat ( steak,burger,dim sum) atau aneka makanan snack dan pastry ( Cupcake,croissant,es krim,kopi dan teh).Kafe jenis ini banyak bermunculan di sejumlah mal dan tempat hiburan besar.

Peminat kafe cukup banyak dan datang dari berbagai kalangan.Ide usaha kafe kali ini membuka peluang kafe ekonomis yang bisa dikembangkan.Hidangan bisa meniru ala kafe besar namun harga terjangkau.Usaha ini sangat cocok bagi anda yang berkantung tipis dan menghindari resiko tinggi.Anda bisa membuka kafe kecil-kecilan dengan menggunakan semacam warung tenda,depan rumah atau kafe Outdoor yang buka malam hari.Dengan tempat yang sederhana disulap menarik meski tidak mewah maka pengunjung akan rela datang.

APA YANG HARUS DILAKUKAN AGAR MENU KAFE TERJANGKAU DAN DISUKAI ?

Jawaban yang paling cerdas adalah merekayasa menu.Beberapa jenis menu kafe ala barat memang harganya sangat mahal dan kurang direima oleh lidah orang indonesia.Agar menu yang disajikan murah dan diterima adalah :

1.MEMILIH BAHAN BERHARGA EKONOMIS

Pandai memilih bahan berharga murah bisa didapatkan dari supplier langsung yang memang memberi harga khusus .Menggantikan salah satu bahan dengan bahan lain yang memiliki standar yang cocok .Misalnya merk keju yang digunakan adalah jenis keju lokal indonesia yang lebih murah dan cocok dengan lidah indonesia.Menggunakan daging sirlion atau jenis lain yang empuk untuk steak,memilih jenis daging yang lebih murah misal dibanding dengan sapi,ikan fillet nila dibanding kakap atau menggunakan bahan lokal (tepung terigu,mentega,misis dll) yang meski murah tapi tetap berkualitas .

2.MENGURANGI PORSI

Jika memang sudah komitmen mengusung menu khas yang harganya ekonomis,maka memperkecil ukuran bisa mengurangi harga.Pembeli secara psikologis mampu membeli sementara penjual tidak rugi.Beberapa jenis steak yang menggunakan bahan baku mahal dari daging sapi primary cut,dapat dikurangi porsi beratnya agar lebih murah.Misal dari satu kali hidangan steak sirloin dengan berat 200 gr dirubah menjadi 100 gr atau bahkan 75 gr.Kue keju yang beratnya per iris 100 gr bisa dipotong lagi menjadi 50 gr.

3.MENYUSUAIKAN CITA RASA LOKAL

Pastikan bahwa hidangan ala kafe anda dapat diterima oleh seluruh konsumen lokal.Dalam beberapa kejadian makanan internasional misal ala jepang sulit diterima oleh lidah indonesia karena terlalu “plain” kurang berbumbu.Pastikan tempura yang dibuat terasa gurih dan agak asin (digemari orang indonesia),jangan menambah mayo terlalu banyak dalam burger (beberapa orang kurang menyukai rasa asam mayo ),beberapa jenis bumbu Eropa kadang kurang familiar (misal marjoram,bayleaf,thyme dll ) atau jenis kari dari india yang terlalu kuat kurang bisa diterima di lidah indonesia.Pastikan anda mengenali rasa yang sensitif bagi pelanggan anda.

4.MENAMBAHKAN MENU KHAS INDONESIA

Ini penting sebagai alternatif pelanggan yang memang gemar makanan indonesia atau pelanggan yang kurang suka menu barat tapi ingin menikmati suasana kafe malam hari misalnya.Sediakan aneka menu yang cocok misal sup iga ,nasi goreng,mie goreng atau ayam goreng.

5.MEMPERJELAS MENU UNGGULAN

Artinya menu unggulan kafe yang dijual menjadi fokus utama dan ditonjolkan .Misalnya kafe yang khusus menjual minuman kopi sebagai menu andalan,pencantuman dan promosinya tertuju pada kopi,meski menjual burger sebagai unggulan perlu ditampilkan,meski dijual juga ayam goreng dan spaghetti.Menjual pastel tutup sebagai unggulan tapi juga menyediakan snack lain brownies,cupcake atau aneka makanan lain.


1 komentar:

  1. pertamax gan

    saya adalah salah satu orang yang tertarik dengan bisnis cafe, yang menjadi masalah saya yaitu seperti yang juga dibahas diatas yaitu permodalan yang minim.
    tips yang artikel ini berikan cukup menarik dan memberikan masukan yang cukup memberikan semangat untuk yang memiliki modal yang sangat terbatas.. tapi apakah ada tips juga mengenai manajemen untuk membuka usaha kecil dalam hal ini cafe..
    _terima kasih_

    BalasHapus